Kamis, 07 Juli 2011

Nesolagus netscheri

1.Klasifikasi Nesolagus netscheri
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Lagomorpha
Famili: Leporidae
Genus: Nesolagus
Spesies: N. netscheri

2.Karakteristik Nesolagus netscheri
Kelinci Sumatra (Nesolagus netscheri), juga dikenal dengan nama Kelinci Sumatra telinga pendek atau Kelinci belang Sumatra, adalah jenis kelinci liar yang hanya dapat ditemukan di hutan tropis di pegunungan Bukit Barisan di pulau Sumatra,Indonesia. Populasi kelinci Sumatra mengalami penurunan yang signifikan yang diakibatkan oleh perambahan hutan yang agresif di pulau Sumatra.
Berukuran sekitar 40 cm panjangnya, kelinci Sumatra memiliki garis-garis kecoklatan, dengan ekor berwarna merah, dan bawah perutnya berwarna putih. Biasanya tinggal di hutan dengan ketinggian 600-1400 meter dari permukaan laut. Kelinci ini merupakan hewan nokturnal, dengan menempati bekas atau liang hewan lain. Makanannya adalah pucuk daun muda dan tanaman yang berukuran pendek, namun kelinci hutan yang ditangkarkan memakan biji-bijian dan buah-buahan.
Perilaku binatang ini juga berbeda dengan jenisnya, karena tidak suka membuat lubang sebagai tempat tinggalnya. Pada siang hari kelinci ini suka bersembunyi di bawah semak- semak yang tumbuh rapat, di celah-celah batu atau lubang pohon. Pada malam hari akan keluar mencari makan berupa rumput-rumputan, daun-daunan dan akar-akar tanaman, serta buah yang jatuh. Perilaku dan perkembangbiakan binatang ini belum banyak diketahui, tetapi diperkirakan
tidak jauh berbeda dengan kelinci yang telah dijinakkan dan dipelihara. Biasanya kelinci ini ditemukan berkeliaran di hutan-hutan lembab di daerah pegunungan. Diperkirakan populasi binatang ini terus menurun, karena tekanan yang kuat terhadap habitat mereka. Mereka menyukai semak-semak yang tumbuh rapat, dan pembukaan belukar untuk pertanian atau perkebunan menjadi ancaman bagi binatang endemik ini.

3.Manfaat
Manfaat yang diambil dari kelinci adalah bulu dan daging yang sampai saat ini mulai laku keras di pasaran. Selain itu hasil ikutan masih dapat dimanfaatkan untuk pupuk, kerajinan dan pakan ternak. Tapi alangkah baiknya bila kelinci yang akan dimanfaatkan bagi kebutuhan manusia adalah kelinci yang bukan spesies langka. Karena dikhawatirkan akan terjadinya kepunahan terhadap spesies tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar