Dulu saya sangat bingung n stres berat ketika semua folder data dalam flasdisk saya nggak bisa dibuka, dan jadi shortcut semua. Padahal data - data itu adalah data penting, bahkan bisa disebut sebagai nyawa dalam pekerjaan. Heee,,,,Lebai banget y?!
Tapi bila anda mengalami hal yang sama dengan yang saya alami! Jangan keburu memformat Flasdisk anda. Karena itu dapat menghapus semua data anda. Walaupun anda mengopy seluruh data dahulu sebelum memformat, itu tidak dapat ngamanin data anda. Karena yang anda copy adalah hanya shortcutnya saja, data aslinya g keCopy. Tapi tenang, saya punya saran yang mungkin dpat membantu temen - temen sekalian dalam mengatasi hilangnya data karena keHiden Virus dengan menggunakan command prompt. Biar nggak terlalu nglantur kemana - mana, langsung saja yach...:
1. Tentukan Lokasi Flasdisk anda. Contoh, pada komputer saya flasdisk terletak pada drive "F"
2. Buka jendela command prompt dengan menekan lambang windows (pada keyboard)+ R lalu ketik cmd (huruf kecil) and enter / (atau) klik start lalu accecories dan command prompt.
3. Ketik Lokasi flasdisk anda lalu titik dua. Contoh ( F:) lalu Enter
4. Ketik attrib -r -h -s -a *.* /d /s lalu Enter
5. Tunggu Sampai nama virus yang menginfeksi keluar, dan Selesai dech.
Setelah semua langkah anda lakukan, cek flasdisk anda, pasti semua data anda muncul kembali. Dan anda dapat bekerja kembali dengan tenang.
"Perlu diingat, cara diatas hanya dapat menampilkan data yang hilang namun tidak dapat menghilangkan virus yang ada dalam flasdisk" Pastikan Backup ulang data anda pada lokasi yang aman.
.....Selamat Mencoba......
Minggu, 10 Juli 2011
Kamis, 07 Juli 2011
Nesolagus netscheri
1.Klasifikasi Nesolagus netscheri
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Lagomorpha
Famili: Leporidae
Genus: Nesolagus
Spesies: N. netscheri
2.Karakteristik Nesolagus netscheri
Kelinci Sumatra (Nesolagus netscheri), juga dikenal dengan nama Kelinci Sumatra telinga pendek atau Kelinci belang Sumatra, adalah jenis kelinci liar yang hanya dapat ditemukan di hutan tropis di pegunungan Bukit Barisan di pulau Sumatra,Indonesia. Populasi kelinci Sumatra mengalami penurunan yang signifikan yang diakibatkan oleh perambahan hutan yang agresif di pulau Sumatra.
Berukuran sekitar 40 cm panjangnya, kelinci Sumatra memiliki garis-garis kecoklatan, dengan ekor berwarna merah, dan bawah perutnya berwarna putih. Biasanya tinggal di hutan dengan ketinggian 600-1400 meter dari permukaan laut. Kelinci ini merupakan hewan nokturnal, dengan menempati bekas atau liang hewan lain. Makanannya adalah pucuk daun muda dan tanaman yang berukuran pendek, namun kelinci hutan yang ditangkarkan memakan biji-bijian dan buah-buahan.
Perilaku binatang ini juga berbeda dengan jenisnya, karena tidak suka membuat lubang sebagai tempat tinggalnya. Pada siang hari kelinci ini suka bersembunyi di bawah semak- semak yang tumbuh rapat, di celah-celah batu atau lubang pohon. Pada malam hari akan keluar mencari makan berupa rumput-rumputan, daun-daunan dan akar-akar tanaman, serta buah yang jatuh. Perilaku dan perkembangbiakan binatang ini belum banyak diketahui, tetapi diperkirakan
tidak jauh berbeda dengan kelinci yang telah dijinakkan dan dipelihara. Biasanya kelinci ini ditemukan berkeliaran di hutan-hutan lembab di daerah pegunungan. Diperkirakan populasi binatang ini terus menurun, karena tekanan yang kuat terhadap habitat mereka. Mereka menyukai semak-semak yang tumbuh rapat, dan pembukaan belukar untuk pertanian atau perkebunan menjadi ancaman bagi binatang endemik ini.
3.Manfaat
Manfaat yang diambil dari kelinci adalah bulu dan daging yang sampai saat ini mulai laku keras di pasaran. Selain itu hasil ikutan masih dapat dimanfaatkan untuk pupuk, kerajinan dan pakan ternak. Tapi alangkah baiknya bila kelinci yang akan dimanfaatkan bagi kebutuhan manusia adalah kelinci yang bukan spesies langka. Karena dikhawatirkan akan terjadinya kepunahan terhadap spesies tersebut.
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Lagomorpha
Famili: Leporidae
Genus: Nesolagus
Spesies: N. netscheri
2.Karakteristik Nesolagus netscheri
Kelinci Sumatra (Nesolagus netscheri), juga dikenal dengan nama Kelinci Sumatra telinga pendek atau Kelinci belang Sumatra, adalah jenis kelinci liar yang hanya dapat ditemukan di hutan tropis di pegunungan Bukit Barisan di pulau Sumatra,Indonesia. Populasi kelinci Sumatra mengalami penurunan yang signifikan yang diakibatkan oleh perambahan hutan yang agresif di pulau Sumatra.
Berukuran sekitar 40 cm panjangnya, kelinci Sumatra memiliki garis-garis kecoklatan, dengan ekor berwarna merah, dan bawah perutnya berwarna putih. Biasanya tinggal di hutan dengan ketinggian 600-1400 meter dari permukaan laut. Kelinci ini merupakan hewan nokturnal, dengan menempati bekas atau liang hewan lain. Makanannya adalah pucuk daun muda dan tanaman yang berukuran pendek, namun kelinci hutan yang ditangkarkan memakan biji-bijian dan buah-buahan.
Perilaku binatang ini juga berbeda dengan jenisnya, karena tidak suka membuat lubang sebagai tempat tinggalnya. Pada siang hari kelinci ini suka bersembunyi di bawah semak- semak yang tumbuh rapat, di celah-celah batu atau lubang pohon. Pada malam hari akan keluar mencari makan berupa rumput-rumputan, daun-daunan dan akar-akar tanaman, serta buah yang jatuh. Perilaku dan perkembangbiakan binatang ini belum banyak diketahui, tetapi diperkirakan
tidak jauh berbeda dengan kelinci yang telah dijinakkan dan dipelihara. Biasanya kelinci ini ditemukan berkeliaran di hutan-hutan lembab di daerah pegunungan. Diperkirakan populasi binatang ini terus menurun, karena tekanan yang kuat terhadap habitat mereka. Mereka menyukai semak-semak yang tumbuh rapat, dan pembukaan belukar untuk pertanian atau perkebunan menjadi ancaman bagi binatang endemik ini.
3.Manfaat
Manfaat yang diambil dari kelinci adalah bulu dan daging yang sampai saat ini mulai laku keras di pasaran. Selain itu hasil ikutan masih dapat dimanfaatkan untuk pupuk, kerajinan dan pakan ternak. Tapi alangkah baiknya bila kelinci yang akan dimanfaatkan bagi kebutuhan manusia adalah kelinci yang bukan spesies langka. Karena dikhawatirkan akan terjadinya kepunahan terhadap spesies tersebut.
Label:
Biologi
Minggu, 03 Juli 2011
Struktur Sel Mikrobia
KARAKTERISTIK MORFOLOGI
MIKROBA PROKARIOT
• Umumnya berdimeter 0,5 – 1 _m
• Staphylococcus dan Streptococcus(0,75-1,25 _m)
• Bakteri typhoid dan disentri(0,5-1x2-3 _m)
[1 gram bakteri mengandung 1 triliun sel]
BENTUK
Sel bakteri memiliki 3
bentuk dasar :
– Bulat disebut coccus
– Batang disebut bacillus
– Spiral disebut spirilum
MODIFIKASI BENTUK
• Pasteuria, seperti buah pir
• Caryophanon, seperti cakram yang tersusun menyerupai koin
• Pleomorfik, (Arthrobacter) bentuknya berubah sejalan dengan umur kultur
SUSUNAN (FORMASI)
• Bakteri berbentuk spiral biasanya tidak tersusun dalam bentuk kelompok melainkan
terdapat dalam bentuk sel tunggal
• Sedangkan bekteri berbentuk lainnya dapat tumbuh membentuk pola penyusunan yang
khas yang dapat digunakan untuk identifikasi
FORMASI BAKTERI
BERBENTUK BULAT
- Diplococci, tersusun dua-dua, contoh : Neisseria
- Streptococci, tersusun seperti rantai, contoh : Streptococcus
- Tetracocci, tersusun empat-empat, contoh : Pediococcus
- Staphylococci, berbentuk seperti cluster anggur, contoh : Staphylococcus
- Sarcinae, berbentuk kubus, contoh : Sarcina
FORMASI BAKTERI
BERBENTUK BATANG
• Palisade, contoh : bakteri diphtheria
• Roset, contoh : Caulobacter
• Streptobacilli berbentuk rantai, contoh : beberapa genus Bacillus
• Trichome, seperti rantai tetapi area kontak sel-sel yang berurutan lebih besar,
contoh : Beggiatoa, Saprospira
STRUKTUR ULTRA
MIKROBA PROKARIOT
• Flagella dan Pili
Struktur sel bakteri yang terdapat di luar sel dan digunakan untuk : berenang /
alat gerak dan sebagai alat untuk menempel pada permukaan objek (Pergerakan 3000
panjang tubuh / m [2xCheetah])
FLAGELLA
Merupakan filamen tipis menyerupai rambut yang panjang berpangkal pada membran
sitoplasma dan menembus dinding sel
• Flagella terdiri dari 3 bagian
• Basal body / bagian dasar
• Struktur seperti kait yang pendek
• Filamen heliks yang panjang yang terdiri dari molekul-molekul protein flagelin
KEBERADAAN FLAGELLA
• Flagella umumnya beberapa kali ukuran sel (15–20 μm), tetapi diameternya sangat
pendek (12–30 nm)
• Tidak semua bakteri memiliki flagella. Bakteri berbentuk bulat jarang memiliki
flagella. Flagella umumnya dijumpai pada bakteri berbentuk batang dan spiral
TIPE FLAGELLA
• Monotrikus: flagella tunggal pada salah satu ujung bakteri (contoh Pseudomonas)
• Lofotrikus : kluster flagella pada salah satu ujung sel (contoh beberapa
seudomonad)
• Amfitrikus : flagella tunggal atau kluster pada kedua ujung sel (contoh Spirilla)
• Peritrikus : pada seluruh permukaan (contoh Escherichia)
PILI (FIMBRIAE)
• Struktur pili dibentuk oleh satu sub unit protein pilin
• Struktur pili ini lebih pendek dan kaku daripada flagella dan muncul dari “basal
body”.
• Morfologi pili sangat bervariasi dan jumlahnya berkisar antara satu sampai
beberapa ribu per sel.
• Pili dapat dibedakan menjadi 2 macam berdasarkan fungsinya.
– F pili (sex pili) : terlibat pada reproduksi seksual bakteri
– Pili biasa : berfungsi untuk adhesi seluler ke permukaan atau ke sel ineng. Pada
infeksi, pili membantu bakteri patogen menempel pada sel-sel yang terdapat pada
saluran pernafasan, pencernaan. Contoh : pili pada Neisseria gonorrhoeae
GLIKOKALIKS
• Beberapa bakteri dikelilingi oleh lapisan yang disebut glikokaliks.
• Pewarnaan khusus dapat dipergunakan untuk memperlihatkan lapisan ini.
• Glikokaliks ini tersusun oleh suatu polimer.
• Apabila glikokaliks terorganisasi menjadi struktur tertentu yang menempel secara
kuat pada dinding sel, maka disebut kapsula.
• Apabila glikokaliks tidak terorganisasi dan tidak menempel dengan kuat pada
dinding sel, maka disebut lapisan lendir.
• Lapisan lendir ini larut dalam air
KAPSULA
• Struktur kapsula umumnya terdiri dari senyawa polisakarida.
• Kapsula yang dibangun oleh 1 jenis gula disebut kapsula homopolisakarida,
contohnya dextran dari sukrosa oleh Streptococcus mutans.
• Bakteri menggunakan dekstran untuk melekat pada gigi dan menyebabkan kerusakan
gigi.
• Kapsul heteropolisakarida dibangun oleh lebih dari satu macam gula, misalnya
kapsula Streptococcus pneumoniae, tipe VI, terdiri dari galaktosa, glukosa
dan rhamnosa.
• Beberapa kapsul dibangun oleh polipeptida, misalnya kapsul mikroba anthrax,
Bacillus anthracis, yang dibangun oleh polimer asam amino asam glutamat.
FUNGSI GLIKOKALIKS
• Pelekatan bakteri pada permukaan
• Mencegah kekeringan karena kapsul memiliki banyak gugus polar sehingga dapat
mengikat air
• Reservoir makanan
• Mencegah penempelan dan lisis sel oleh bakteriofaga
• Mencegah bakteri patogen dari serangan sel darah putih pada tubuh mamalia sehingga
meningkatkan keberhasilan infeksi.
TUGAS BACA DAN RINGKASAN
BERKAITAN DENGAN GLIKOKALIKS
• Permasalah industri Clogging filter
• Permasalahan Corrosive pada sistim perpipaan air pendingin pabrik
• Permasalahan penyakit gigi
• Permasalahan resistensi bakteri terhadap antibiotik
• Dll
MIKROBA PROKARIOT
• Umumnya berdimeter 0,5 – 1 _m
• Staphylococcus dan Streptococcus(0,75-1,25 _m)
• Bakteri typhoid dan disentri(0,5-1x2-3 _m)
[1 gram bakteri mengandung 1 triliun sel]
BENTUK
Sel bakteri memiliki 3
bentuk dasar :
– Bulat disebut coccus
– Batang disebut bacillus
– Spiral disebut spirilum
MODIFIKASI BENTUK
• Pasteuria, seperti buah pir
• Caryophanon, seperti cakram yang tersusun menyerupai koin
• Pleomorfik, (Arthrobacter) bentuknya berubah sejalan dengan umur kultur
SUSUNAN (FORMASI)
• Bakteri berbentuk spiral biasanya tidak tersusun dalam bentuk kelompok melainkan
terdapat dalam bentuk sel tunggal
• Sedangkan bekteri berbentuk lainnya dapat tumbuh membentuk pola penyusunan yang
khas yang dapat digunakan untuk identifikasi
FORMASI BAKTERI
BERBENTUK BULAT
- Diplococci, tersusun dua-dua, contoh : Neisseria
- Streptococci, tersusun seperti rantai, contoh : Streptococcus
- Tetracocci, tersusun empat-empat, contoh : Pediococcus
- Staphylococci, berbentuk seperti cluster anggur, contoh : Staphylococcus
- Sarcinae, berbentuk kubus, contoh : Sarcina
FORMASI BAKTERI
BERBENTUK BATANG
• Palisade, contoh : bakteri diphtheria
• Roset, contoh : Caulobacter
• Streptobacilli berbentuk rantai, contoh : beberapa genus Bacillus
• Trichome, seperti rantai tetapi area kontak sel-sel yang berurutan lebih besar,
contoh : Beggiatoa, Saprospira
STRUKTUR ULTRA
MIKROBA PROKARIOT
• Flagella dan Pili
Struktur sel bakteri yang terdapat di luar sel dan digunakan untuk : berenang /
alat gerak dan sebagai alat untuk menempel pada permukaan objek (Pergerakan 3000
panjang tubuh / m [2xCheetah])
FLAGELLA
Merupakan filamen tipis menyerupai rambut yang panjang berpangkal pada membran
sitoplasma dan menembus dinding sel
• Flagella terdiri dari 3 bagian
• Basal body / bagian dasar
• Struktur seperti kait yang pendek
• Filamen heliks yang panjang yang terdiri dari molekul-molekul protein flagelin
KEBERADAAN FLAGELLA
• Flagella umumnya beberapa kali ukuran sel (15–20 μm), tetapi diameternya sangat
pendek (12–30 nm)
• Tidak semua bakteri memiliki flagella. Bakteri berbentuk bulat jarang memiliki
flagella. Flagella umumnya dijumpai pada bakteri berbentuk batang dan spiral
TIPE FLAGELLA
• Monotrikus: flagella tunggal pada salah satu ujung bakteri (contoh Pseudomonas)
• Lofotrikus : kluster flagella pada salah satu ujung sel (contoh beberapa
seudomonad)
• Amfitrikus : flagella tunggal atau kluster pada kedua ujung sel (contoh Spirilla)
• Peritrikus : pada seluruh permukaan (contoh Escherichia)
PILI (FIMBRIAE)
• Struktur pili dibentuk oleh satu sub unit protein pilin
• Struktur pili ini lebih pendek dan kaku daripada flagella dan muncul dari “basal
body”.
• Morfologi pili sangat bervariasi dan jumlahnya berkisar antara satu sampai
beberapa ribu per sel.
• Pili dapat dibedakan menjadi 2 macam berdasarkan fungsinya.
– F pili (sex pili) : terlibat pada reproduksi seksual bakteri
– Pili biasa : berfungsi untuk adhesi seluler ke permukaan atau ke sel ineng. Pada
infeksi, pili membantu bakteri patogen menempel pada sel-sel yang terdapat pada
saluran pernafasan, pencernaan. Contoh : pili pada Neisseria gonorrhoeae
GLIKOKALIKS
• Beberapa bakteri dikelilingi oleh lapisan yang disebut glikokaliks.
• Pewarnaan khusus dapat dipergunakan untuk memperlihatkan lapisan ini.
• Glikokaliks ini tersusun oleh suatu polimer.
• Apabila glikokaliks terorganisasi menjadi struktur tertentu yang menempel secara
kuat pada dinding sel, maka disebut kapsula.
• Apabila glikokaliks tidak terorganisasi dan tidak menempel dengan kuat pada
dinding sel, maka disebut lapisan lendir.
• Lapisan lendir ini larut dalam air
KAPSULA
• Struktur kapsula umumnya terdiri dari senyawa polisakarida.
• Kapsula yang dibangun oleh 1 jenis gula disebut kapsula homopolisakarida,
contohnya dextran dari sukrosa oleh Streptococcus mutans.
• Bakteri menggunakan dekstran untuk melekat pada gigi dan menyebabkan kerusakan
gigi.
• Kapsul heteropolisakarida dibangun oleh lebih dari satu macam gula, misalnya
kapsula Streptococcus pneumoniae, tipe VI, terdiri dari galaktosa, glukosa
dan rhamnosa.
• Beberapa kapsul dibangun oleh polipeptida, misalnya kapsul mikroba anthrax,
Bacillus anthracis, yang dibangun oleh polimer asam amino asam glutamat.
FUNGSI GLIKOKALIKS
• Pelekatan bakteri pada permukaan
• Mencegah kekeringan karena kapsul memiliki banyak gugus polar sehingga dapat
mengikat air
• Reservoir makanan
• Mencegah penempelan dan lisis sel oleh bakteriofaga
• Mencegah bakteri patogen dari serangan sel darah putih pada tubuh mamalia sehingga
meningkatkan keberhasilan infeksi.
TUGAS BACA DAN RINGKASAN
BERKAITAN DENGAN GLIKOKALIKS
• Permasalah industri Clogging filter
• Permasalahan Corrosive pada sistim perpipaan air pendingin pabrik
• Permasalahan penyakit gigi
• Permasalahan resistensi bakteri terhadap antibiotik
• Dll
Label:
Biologi
JARINGAN TUMBUHAN
MACAM-MACAM JARINGAN TUMBUHAN:
- .JARINGAN MERISTEM
- JARINGAN PERMANEN ATAU JARINGAN DEWASA
1. Jaringan Meristem
Jaringan meristem merupakan jaringan yang terdiri atas sekelompok sel yang aktif membelah. Setiap satu sel meristematik membelah dan menghasilkan sedikitnya satu anakan sel. Setiap anakan sel dapat meneruskan pembelahan berikutnya.
Jaringan meristem berdasarkan letaknya dibedakan atas :
- Meristem Apikal
- Meristem Lateral
- Meristem Interkalar
Berdasarkan asalnya meristem dibedakan atas :
1. Meristem Primer
2. Meritem Sekunder
Label:
Biologi
Langganan:
Komentar (Atom)

