Sabtu, 27 Agustus 2011

Belajar Bermakna

1. Apakah belajar bermakana itu?

Inti dari teori Ausubel tentang belajar adalah belajar bermakna ,belajar bermakna merupakan suatu proses mengaitkan informasi baru pada konsep-konsep yang relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang. Walaupun kita tidak tahu mekanisme biologi tentang memori atau disimpannya pengetahuan, kita mengetahui bahwa pengetahuan disimpan di daerah – daerah tertentu di otak. Banyak sel otak yang terlibat dalam penyimpanan pengetahuan tersebut. Dalam belajar terjadi perubahan terhadap sel – sel otak tersebut, terutama sel – sel yang menyimpan informasi yang mirip dengan informasi yang dipelajari.
Dasar-dasar bologi belajar bermakna menyangkut perubahan-perubahan dalam jumlah atau ciri-ciri neron yang berpartisipasi dalam belajar bermakna. Peritiwa psikologi tentang belajar bermakna menyangkut asimilasi informasi baru,pada pengetahuan yang telah ada dalam struktur kognitif seseorang. Jadi dalam belajar bermakna informasi baru diasimilasikan pada subsumer-subsumer relatif yang telah ada, hal ini disebut dengan struktur kognitif atau memori jangka pendek.

2. Bagaimana menerapkan teori Ausubel dalam mengajar?

Untuk dapat menerapkan teori ausubel dalam mengajar,kita perlu memperhatikan apa yang dikemukakan oleh ausubel, yaitu; ”Faktor yang paling penting yang mempengaruhi belajar ialah apa yang telah diketahui siswa. Yakinilah ini dan ajarlah ia dmikian.
Pernyataan ausubel itulah yang menjadi inti teori belajarnya. Jadi, agar terjadi belajar bermakana, konsep yang baru atau informasi baru harus dikaitkan dengan konsep – konsep yang telah ada dalam struktur kognitif siswa. Dalam menerpakan teori ini, ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan, yaitu;
- Pengaturan awal (advance organizer)
Pengaturan awal mengarahkan para siswa kemateri yang akan mereka pelajari, dan menolong mereka mengingat kembali informasi yang berhubungan yang dapat digunakan dalam membantu menanamkan pengetahuan baru. Suatu pengaturan awal dapat dianggap semacam pertolongan mental, dan disajikan sebelum materi baru.
- Diferensiasi Progresif
Selama belajar bermakna berlangsung, perlu terjadi pengembangan dan elaborasi konsep – konsep yang tersubsumsi. Menurut Ausubel, pengembangan konsep paling baik, bila unsur – unsur yang paling umum,dari suatu konsep diperkenalkan terlebih dahulu, kemudian diperkenalkan hal- hal yang lebih mendetail dan lebih khusus dari konsep tersebut. Dengan kata lain, model belajar menurut Ausubel pada umumnya berlangsung dari umum ke khusus. Penyusunan konsep seperti ini disebut diferensiasi progresif.
- Penyesuaian Integratif
Menurut Ausubel, bdalam mengajar bukan hanya urutan menurut diferensiasi progresif yang diperhatikan, melainkan juga harus diperhatikan bagaimana konsep – konsep baru dihubungkan dengan konsep – konsep superordinat. Kita harus memperhatikan dengan sungguh – sungguh bagaimana arti – arti baru dibandingkan dan dipertentangkan dengan arti –a rti sebelumnya yang lebih sempit.
Untuk mencapai penyesuaian integratif, materi pelajaran hendaknya disusun sedemikian rupa sehingga kita menggerakkan hierarki – hierarki konseptual selama informasi disajikan. Kita dapat mulai dengan konsep – konsep yang paling umum, tetapi perlu memperhatikan bagaimana terkaitnya konsep – konsep subordinat, dan kemudian bergerak kembali melalui contoh – contoh ke arti baru bagi konsep yang tingkatannya lebih tinggi.

3. Bagaimana menyusun peta konsep?

Peta konsep memegang peran penting dalam belajar bermakna. Karena itu hendaknya setiap siswa pandai dalam menyusun peta konsep untuk membuktikan bahwa telah berlangsung belajar bermakna pada siswa. Dalam mengajarkan pembuatan peta konsep ada beberapa langkah yang harus diikuti, yaitu;
a)Pilih suatu bacaan dari buku pelajaran.
b)Tentukan konsep konsep yang relevan.

4. Apa kegunaan Peta Konsep?

a) Menyelidiki apa yang telah diketahui siswa
Belajar bermakna membutuhkan usaha sungguh-sungguh untuk menghubungkan pengetahuan baru dengan konsep-konsep yang relevan yang telah mereka miliki. Tempat awal konseptual , guru harus mengetahui konsep-konsep yang telah dimiliki siswa pada awal pelajaran
b) Mempelajari cara belajar
Perlu disadari bahwa belaljar bermakna baru terjadi bila pembuatan peta konsep bukan untuk mengetahui keinginan guru tapi timbul dari keinginan siswa. Dimana siswa siswa mempunyai kesiapan dan minat untuk belajar bermakna.
c) Mengungkapkan konsepsi salah
Konsepsi salah timbul karena terdapat kaitan antara konsep-konsep yang mengakibatkan proposisi yang salah.
d) Alat evaluasi
Peta konsep sebagai alat evaluasi,pada tiga gagasan dalam teori kognitif Ausubel
- Struktur kognitif itu benar diatur secara herarki
- Konsep-konsep dalam struktur kognitif mengalami diverensiasi progresif.
- Penyesuaian integratif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar