1. Apakah belajar bermakana itu?
Inti dari teori Ausubel tentang belajar adalah belajar bermakna ,belajar bermakna merupakan suatu proses mengaitkan informasi baru pada konsep-konsep yang relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang. Walaupun kita tidak tahu mekanisme biologi tentang memori atau disimpannya pengetahuan, kita mengetahui bahwa pengetahuan disimpan di daerah – daerah tertentu di otak. Banyak sel otak yang terlibat dalam penyimpanan pengetahuan tersebut. Dalam belajar terjadi perubahan terhadap sel – sel otak tersebut, terutama sel – sel yang menyimpan informasi yang mirip dengan informasi yang dipelajari.
Dasar-dasar bologi belajar bermakna menyangkut perubahan-perubahan dalam jumlah atau ciri-ciri neron yang berpartisipasi dalam belajar bermakna. Peritiwa psikologi tentang belajar bermakna menyangkut asimilasi informasi baru,pada pengetahuan yang telah ada dalam struktur kognitif seseorang. Jadi dalam belajar bermakna informasi baru diasimilasikan pada subsumer-subsumer relatif yang telah ada, hal ini disebut dengan struktur kognitif atau memori jangka pendek.
2. Bagaimana menerapkan teori Ausubel dalam mengajar?
Untuk dapat menerapkan teori ausubel dalam mengajar,kita perlu memperhatikan apa yang dikemukakan oleh ausubel, yaitu; ”Faktor yang paling penting yang mempengaruhi belajar ialah apa yang telah diketahui siswa. Yakinilah ini dan ajarlah ia dmikian.
Pernyataan ausubel itulah yang menjadi inti teori belajarnya. Jadi, agar terjadi belajar bermakana, konsep yang baru atau informasi baru harus dikaitkan dengan konsep – konsep yang telah ada dalam struktur kognitif siswa. Dalam menerpakan teori ini, ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan, yaitu;
- Pengaturan awal (advance organizer)
Pengaturan awal mengarahkan para siswa kemateri yang akan mereka pelajari, dan menolong mereka mengingat kembali informasi yang berhubungan yang dapat digunakan dalam membantu menanamkan pengetahuan baru. Suatu pengaturan awal dapat dianggap semacam pertolongan mental, dan disajikan sebelum materi baru.
- Diferensiasi Progresif
Selama belajar bermakna berlangsung, perlu terjadi pengembangan dan elaborasi konsep – konsep yang tersubsumsi. Menurut Ausubel, pengembangan konsep paling baik, bila unsur – unsur yang paling umum,dari suatu konsep diperkenalkan terlebih dahulu, kemudian diperkenalkan hal- hal yang lebih mendetail dan lebih khusus dari konsep tersebut. Dengan kata lain, model belajar menurut Ausubel pada umumnya berlangsung dari umum ke khusus. Penyusunan konsep seperti ini disebut diferensiasi progresif.
- Penyesuaian Integratif
Menurut Ausubel, bdalam mengajar bukan hanya urutan menurut diferensiasi progresif yang diperhatikan, melainkan juga harus diperhatikan bagaimana konsep – konsep baru dihubungkan dengan konsep – konsep superordinat. Kita harus memperhatikan dengan sungguh – sungguh bagaimana arti – arti baru dibandingkan dan dipertentangkan dengan arti –a rti sebelumnya yang lebih sempit.
Untuk mencapai penyesuaian integratif, materi pelajaran hendaknya disusun sedemikian rupa sehingga kita menggerakkan hierarki – hierarki konseptual selama informasi disajikan. Kita dapat mulai dengan konsep – konsep yang paling umum, tetapi perlu memperhatikan bagaimana terkaitnya konsep – konsep subordinat, dan kemudian bergerak kembali melalui contoh – contoh ke arti baru bagi konsep yang tingkatannya lebih tinggi.
3. Bagaimana menyusun peta konsep?
Peta konsep memegang peran penting dalam belajar bermakna. Karena itu hendaknya setiap siswa pandai dalam menyusun peta konsep untuk membuktikan bahwa telah berlangsung belajar bermakna pada siswa. Dalam mengajarkan pembuatan peta konsep ada beberapa langkah yang harus diikuti, yaitu;
a)Pilih suatu bacaan dari buku pelajaran.
b)Tentukan konsep konsep yang relevan.
4. Apa kegunaan Peta Konsep?
a) Menyelidiki apa yang telah diketahui siswa
Belajar bermakna membutuhkan usaha sungguh-sungguh untuk menghubungkan pengetahuan baru dengan konsep-konsep yang relevan yang telah mereka miliki. Tempat awal konseptual , guru harus mengetahui konsep-konsep yang telah dimiliki siswa pada awal pelajaran
b) Mempelajari cara belajar
Perlu disadari bahwa belaljar bermakna baru terjadi bila pembuatan peta konsep bukan untuk mengetahui keinginan guru tapi timbul dari keinginan siswa. Dimana siswa siswa mempunyai kesiapan dan minat untuk belajar bermakna.
c) Mengungkapkan konsepsi salah
Konsepsi salah timbul karena terdapat kaitan antara konsep-konsep yang mengakibatkan proposisi yang salah.
d) Alat evaluasi
Peta konsep sebagai alat evaluasi,pada tiga gagasan dalam teori kognitif Ausubel
- Struktur kognitif itu benar diatur secara herarki
- Konsep-konsep dalam struktur kognitif mengalami diverensiasi progresif.
- Penyesuaian integratif.
Sabtu, 27 Agustus 2011
Senin, 22 Agustus 2011
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN KOMIK PADA MATERIMOLLUSCA UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEPSISWA KELAS X SMA N 8 SEMARANG
Bagi temen - temen yang sedang dalam proses penyusunan Skripsi, terutama dalam Bidang Pendidikan Biologi, nech saya punya sedikit bahan yang mungkin dapat digunakan sebagai referensi dalam penyusunan skrip anda.
Bahan yang saya share kepada anda ini,diambil dari sebuah "Skripsi" yang menggunakan metode RnD (Research and Development) dalam penelitiannya. Biar g bertele - tele,,,nech langsung saja saya share kepada anda skripsinya. Semoga dapat membantu dan bermanfaat bagi anda semua.
an Media Pembelajaran Komik Pada Materi Mollusca Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Kelas x Sma n 8 ...
atau Langsung saja kunjungi disini
Bahan yang saya share kepada anda ini,diambil dari sebuah "Skripsi" yang menggunakan metode RnD (Research and Development) dalam penelitiannya. Biar g bertele - tele,,,nech langsung saja saya share kepada anda skripsinya. Semoga dapat membantu dan bermanfaat bagi anda semua.
an Media Pembelajaran Komik Pada Materi Mollusca Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Kelas x Sma n 8 ...
atau Langsung saja kunjungi disini
Label:
Biologi
Minggu, 14 Agustus 2011
Pengembangan Media Pembelajaran Komik Pada Materi Mollusca Untuk meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Kelas X SMA Negeri 8 Semarang.
ABSTRAK
Rahmanto.B. 2011, dengan judul Pengembangan Media Pembelajaran Komik Pada Materi Mollusca Untuk meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Kelas X SMA Negeri 8 Semarang. Pembimbing I oleh Dra.Eny Hartadiyati W.H, M. Si, Med dan pembimbing II oleh Endah Rita S.D, S. Si, M. Si.
Tujuan penilitian ini adalah untuk menghasilkan Komik yang layak digunakan sebagai media pembelajaran biologi bagi siswa kelas X di SMA N 8 Semarang dan menganalisis pengaruh pengembangan media pembelajaran komik pada materi Mollusca terhadap pemahaman konsep siswa kelas X di SMA N 8 Semarang.
Pada penelitian ini , peneliti menggunakan metode penelitian R & D (Read and Developmen) dengan langkah sebagai berikut; studi pendahuluan (studi pustaka, survei lapangan, menyusun draf komik), tahap pengembangan (penilaian pakar, revisi I, penilaian setelah revisi), pengujian dilakukan pada kelas x (uji coba komik, revisi II, uji pemakaian), hasil akhir (revisi III, produksi masal).
Hasil penelitian dari pakar menunjukan skor 91,67% dengan keterangan sangat layak untuk diterjunkan di SMA N 8 Semarang dan skor 100 % dari angket ketertarikan siswa. Diketahui di kelas XB t hitung – 23,594, menunjukan bahwa pemahaman konsep siswa meningkat setelah menggunakan media pembelajaran berbentuk komik. Sedangkan pembacaan singkat berdasarkan harga signifikasi (p), dimana nilai p = 0,00, dan nilai tersebut (p < 0,05), maka hipotesis diterima, artinya terdapat peningkatan pemahaman konsep siswa setelah menggunakan media pembelajaran berbentuk komik.
Jadi dapat disimpulkan bahwa komik pembelajaran yang dikembangkan peneliti telah sesuai dengan SK dan KD pada silabus yang digunakan di SMA N 8 Semarang dan dapat meningkatkan pemahaman konsep pada materi Mollusca.
Kata Kunci : Komik Pembelajaran, Mollusca, Pemahaman konsep
Rahmanto.B. 2011, dengan judul Pengembangan Media Pembelajaran Komik Pada Materi Mollusca Untuk meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Kelas X SMA Negeri 8 Semarang. Pembimbing I oleh Dra.Eny Hartadiyati W.H, M. Si, Med dan pembimbing II oleh Endah Rita S.D, S. Si, M. Si.
Tujuan penilitian ini adalah untuk menghasilkan Komik yang layak digunakan sebagai media pembelajaran biologi bagi siswa kelas X di SMA N 8 Semarang dan menganalisis pengaruh pengembangan media pembelajaran komik pada materi Mollusca terhadap pemahaman konsep siswa kelas X di SMA N 8 Semarang.
Pada penelitian ini , peneliti menggunakan metode penelitian R & D (Read and Developmen) dengan langkah sebagai berikut; studi pendahuluan (studi pustaka, survei lapangan, menyusun draf komik), tahap pengembangan (penilaian pakar, revisi I, penilaian setelah revisi), pengujian dilakukan pada kelas x (uji coba komik, revisi II, uji pemakaian), hasil akhir (revisi III, produksi masal).
Hasil penelitian dari pakar menunjukan skor 91,67% dengan keterangan sangat layak untuk diterjunkan di SMA N 8 Semarang dan skor 100 % dari angket ketertarikan siswa. Diketahui di kelas XB t hitung – 23,594, menunjukan bahwa pemahaman konsep siswa meningkat setelah menggunakan media pembelajaran berbentuk komik. Sedangkan pembacaan singkat berdasarkan harga signifikasi (p), dimana nilai p = 0,00, dan nilai tersebut (p < 0,05), maka hipotesis diterima, artinya terdapat peningkatan pemahaman konsep siswa setelah menggunakan media pembelajaran berbentuk komik.
Jadi dapat disimpulkan bahwa komik pembelajaran yang dikembangkan peneliti telah sesuai dengan SK dan KD pada silabus yang digunakan di SMA N 8 Semarang dan dapat meningkatkan pemahaman konsep pada materi Mollusca.
Kata Kunci : Komik Pembelajaran, Mollusca, Pemahaman konsep
Label:
Biologi
Langganan:
Komentar (Atom)