Imajinasi-Galileo
Jumat, 15 Juni 2012
Selasa, 03 Januari 2012
HAKIKAT IPA
Untuk memahami IPA bisa kita tinjau dari istilah dan dari sisi dimensi IPA. Dari istilah, IPA adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang alam sekitas beserta isinya. Hal ini berarti IPA mempelajari semua benda yang ada di alam, peristiwa, dan gejala-gejala yang muncul di alam. Ilmu dapat diartikan sebagai suatu pengetahuan yang bersifat objektif. Jadi dari sisi istilah IPA adalah suatu pengetahuan yang bersifat objektif tentang alam sekitar beserta isinya.
Hakekat IPA ada tiga yaitu IPA sebagai proses, produk, dan pengembangan sikap. Proses IPA adalah langkah yang dilakukan untuk memperoleh produk IPA. Proses IPA ada dua macam yaitu proses empirik dan proses analitik. Proses empirik suatu proses IPA yang melibatkan panca indera. Yang termasuk proses empirik adalah observasi, pengukuran, dan klasifikasi.
Hakikat IPA terdiri dari 3 yaitu:
A. IPA sebagai proses yaitu: proses mandapatkan IPA melalui suatu proses/ metode
Ilmiah.
Ada tujuh tahap dalam mengembangkan metode Ilmiah yaitu:
1.Observasi/ pengamatan yaitu kegiatan yang dilakukan dengan menggunakan panca
indra.Misalnya pengamatan terhadap hewan artropoda:
Berbuku
Memiliki tentakel
Tubuh terdiri dari tiga bagian yaitu: kepala perut dan punggung
2.Klasifikasi yaitu proses pengumpulan hasil pengamatan berdasarkan perbedaan dan persamaan yang dimiliki
Misalnya klasifikasi artropoda berdasarkan habitatnya:
Hidup di darat: jenis belalang
Hidup di air: jenis udang
3.Interpretasi yaitu penafsiran terhadap data-data yang telah diperoleh dari hasil pengamatan.
Misalnya: Artropoda adlah jenis hewan yang berbuku
4.prediksi yaitu memperkirakan apa yang akan terjadi berdasarkan kecenderungan
atau pola hubungan yang terdapat pada data yang telah diperoleh
5.Hipotesis yaitu suatu pernyataan berupa dugaan sementara tentang kenyataan-
kenyataan yang ada di alam melalui perkiraan
6.Mengendalikan variabel yaitu mengukur variabel sehingga ada perbedaan pada
akhir eksperimen karena pengaruh variabel yang diteliti.
Variabel terdiri atas tiga yaitu:
Varibel bebas/ peubah yaitu factor yang menjadi penyebab terjadinya perubahan.
Misalnya intensitas cahaya yang mempengaruhi proses pertumbuhan pada tumbuhan.
Variabel terikat yaitu factor yang dipengaruhi
Contohnya fotosintesis pada tumbuhan
Variabel control yaitu variabel yangdibuat tetap
Misalnya air yang dibutuhkan oleh tumbuhan untuk melakukan proses fotosintesis
7.Merencanakan dan melaksanakan penelitian eksperiman.
Tahap- tahap penelitian:
Menetapkan masalah penelitian
Misalnya pengaruh intensitas cahaya terhadap tumbuhan
Menetapkan hipotesis penelitian
Misalnya: Tumbuhan yang hidup di tempat yang kurang cahaya struktur tubuhnya tidak kuat dibandingkan dengan tumbuhan yang hidup di daerah yang memiliki intensitas cahaya yang cukup.
Menetapkan alat dan bahan yang digunakan
Misalnya: gelas, kapas, cahaya, ruang terbuka dan ruang kurang cahaya, air
waktu yang dibutuhkan Menetapkan langkah- langkah percobaan serta
Misalnya:
Siapkan dua buah gelas dan kapas serta air
Masukan kapas ke dalam gelas sesuai ukuran gelas,ketebalan kapas ± 1,5 cm
Tuangkan air ke dalam gelas sehingga membasahi kapas dengan ukuran air pada ke dua gelas sama
Simpan gelas yang pertama pada tempat yang mendapat sinar matahari langsung, dan gelas ke dua pada tempat yang tidak mendapatkan cahaya
Amati proses pertumbuhannya dan catat hasilnya
Menetapkan format tabulasi data
B. Hakekat IPA sebagai produk terdiri dari:
1.Fakta yaitu sesuatu yang dapat dibuktikan kebenarannya
2.Konsep yaitu kompulan dari fakta- fakta yang berkaitan
3.Prinsip
4.Teori/ hukum
C. Hakekat IPA sebagai sikap Ilmiah
Menurut Wynne Harlei dan Heudro Darmojo, sikap ilmiah yang dapat dikembangkan pada anak SD yaitu:
1.Sikap ingin tahu
2.Sikap ingin mendapatkan sesuatu yang baru
3.Sikap kerja sama
4.Sikap tidak putus asa
5.Sikap tidak berprasangka
6.Sikap mawas diri
7.Sikap bertanggung jawab
8.Sikap berpikir bebas
9.Sikap kedisiplinan diri
Sikap ilmiah lain yang muncul dari hasil pengamatan/ obsevasi:
1.Jujur
2.Teliti
3.Cermat
Hakekat IPA ada tiga yaitu IPA sebagai proses, produk, dan pengembangan sikap. Proses IPA adalah langkah yang dilakukan untuk memperoleh produk IPA. Proses IPA ada dua macam yaitu proses empirik dan proses analitik. Proses empirik suatu proses IPA yang melibatkan panca indera. Yang termasuk proses empirik adalah observasi, pengukuran, dan klasifikasi.
Hakikat IPA terdiri dari 3 yaitu:
A. IPA sebagai proses yaitu: proses mandapatkan IPA melalui suatu proses/ metode
Ilmiah.
Ada tujuh tahap dalam mengembangkan metode Ilmiah yaitu:
1.Observasi/ pengamatan yaitu kegiatan yang dilakukan dengan menggunakan panca
indra.Misalnya pengamatan terhadap hewan artropoda:
Berbuku
Memiliki tentakel
Tubuh terdiri dari tiga bagian yaitu: kepala perut dan punggung
2.Klasifikasi yaitu proses pengumpulan hasil pengamatan berdasarkan perbedaan dan persamaan yang dimiliki
Misalnya klasifikasi artropoda berdasarkan habitatnya:
Hidup di darat: jenis belalang
Hidup di air: jenis udang
3.Interpretasi yaitu penafsiran terhadap data-data yang telah diperoleh dari hasil pengamatan.
Misalnya: Artropoda adlah jenis hewan yang berbuku
4.prediksi yaitu memperkirakan apa yang akan terjadi berdasarkan kecenderungan
atau pola hubungan yang terdapat pada data yang telah diperoleh
5.Hipotesis yaitu suatu pernyataan berupa dugaan sementara tentang kenyataan-
kenyataan yang ada di alam melalui perkiraan
6.Mengendalikan variabel yaitu mengukur variabel sehingga ada perbedaan pada
akhir eksperimen karena pengaruh variabel yang diteliti.
Variabel terdiri atas tiga yaitu:
Varibel bebas/ peubah yaitu factor yang menjadi penyebab terjadinya perubahan.
Misalnya intensitas cahaya yang mempengaruhi proses pertumbuhan pada tumbuhan.
Variabel terikat yaitu factor yang dipengaruhi
Contohnya fotosintesis pada tumbuhan
Variabel control yaitu variabel yangdibuat tetap
Misalnya air yang dibutuhkan oleh tumbuhan untuk melakukan proses fotosintesis
7.Merencanakan dan melaksanakan penelitian eksperiman.
Tahap- tahap penelitian:
Menetapkan masalah penelitian
Misalnya pengaruh intensitas cahaya terhadap tumbuhan
Menetapkan hipotesis penelitian
Misalnya: Tumbuhan yang hidup di tempat yang kurang cahaya struktur tubuhnya tidak kuat dibandingkan dengan tumbuhan yang hidup di daerah yang memiliki intensitas cahaya yang cukup.
Menetapkan alat dan bahan yang digunakan
Misalnya: gelas, kapas, cahaya, ruang terbuka dan ruang kurang cahaya, air
waktu yang dibutuhkan Menetapkan langkah- langkah percobaan serta
Misalnya:
Siapkan dua buah gelas dan kapas serta air
Masukan kapas ke dalam gelas sesuai ukuran gelas,ketebalan kapas ± 1,5 cm
Tuangkan air ke dalam gelas sehingga membasahi kapas dengan ukuran air pada ke dua gelas sama
Simpan gelas yang pertama pada tempat yang mendapat sinar matahari langsung, dan gelas ke dua pada tempat yang tidak mendapatkan cahaya
Amati proses pertumbuhannya dan catat hasilnya
Menetapkan format tabulasi data
B. Hakekat IPA sebagai produk terdiri dari:
1.Fakta yaitu sesuatu yang dapat dibuktikan kebenarannya
2.Konsep yaitu kompulan dari fakta- fakta yang berkaitan
3.Prinsip
4.Teori/ hukum
C. Hakekat IPA sebagai sikap Ilmiah
Menurut Wynne Harlei dan Heudro Darmojo, sikap ilmiah yang dapat dikembangkan pada anak SD yaitu:
1.Sikap ingin tahu
2.Sikap ingin mendapatkan sesuatu yang baru
3.Sikap kerja sama
4.Sikap tidak putus asa
5.Sikap tidak berprasangka
6.Sikap mawas diri
7.Sikap bertanggung jawab
8.Sikap berpikir bebas
9.Sikap kedisiplinan diri
Sikap ilmiah lain yang muncul dari hasil pengamatan/ obsevasi:
1.Jujur
2.Teliti
3.Cermat
Label:
Pendidikan
Jumat, 09 Desember 2011
Lowongan Kerja di SD Palm Kids Purwokerto
Lowongan Kerja di SD Palm Kids Purwokerto
SD Palm Kids Purwokerto membutuhkan beberapa sumber daya manusia untuk beberapa posisi:
FRONT OFFICER
Eligible Criterias:
- S1 all major, preferably Sarjana Pendidikan (S.Pd).
- Female, maximum age 28 years old.
- Have a strong sense of commitment.
- Have a pleasant personality and appearance.
- Good team player with strong communication skills.
Interested candidate please send your application to the address below, no later than 22nd October 2011.
RELIGION TEACHER
Eligible Criterias
- S1 all major, preferably Sarjana Pendidikan Agama Islam (S.Pd.I).
- Male/Female.
- Possess communicative competence in English.
- Have a strong sense of commitment.
- Have a pleasant personality and appearance.
- Have strong interpersonal skills with a stable emotion.
- Good team player with strong communication skills.
- Willing to work full time.
Interested candidate please send your application in English to the address below, no later than 9th December 2011.
CONSELING TEACHER
Eligible Criterias
- S1 all major, ready for teaching conseling, and all major.
- Male/Female, preferably Male.
- Possess communicative competence in English.
- Have a strong sense of commitment.
- Have a pleasant personality and appearance.
- Have strong interpersonal skills with a stable emotion.
- Good team player with strong communication skills.
- Willing to work full time.
Interested candidate please send your application in english to the address below, no later than 9th December 2011.
PHSYCAL EXERCISE TEACHER
Eligible Criterias
- S1 all major, ready for teaching sport, and all major.
- Male/Female, preferably Male.
- Possess communicative competence in English.
- Have a strong sense of commitment.
- Have a pleasant personality and appearance.
- Have strong interpersonal skills with a stable emotion.
- Good team player with strong communication skills.
- Willing to work full time.
Interested candidate please send your application in english to the address below, no later than 9th December 2011.
HRD SD Palm Kids Purwokerto
Jl. Sarwoendah IV-Pancurawis Purwokerto 53121
SD Palm Kids Purwokerto membutuhkan beberapa sumber daya manusia untuk beberapa posisi:
FRONT OFFICER
Eligible Criterias:
- S1 all major, preferably Sarjana Pendidikan (S.Pd).
- Female, maximum age 28 years old.
- Have a strong sense of commitment.
- Have a pleasant personality and appearance.
- Good team player with strong communication skills.
Interested candidate please send your application to the address below, no later than 22nd October 2011.
RELIGION TEACHER
Eligible Criterias
- S1 all major, preferably Sarjana Pendidikan Agama Islam (S.Pd.I).
- Male/Female.
- Possess communicative competence in English.
- Have a strong sense of commitment.
- Have a pleasant personality and appearance.
- Have strong interpersonal skills with a stable emotion.
- Good team player with strong communication skills.
- Willing to work full time.
Interested candidate please send your application in English to the address below, no later than 9th December 2011.
CONSELING TEACHER
Eligible Criterias
- S1 all major, ready for teaching conseling, and all major.
- Male/Female, preferably Male.
- Possess communicative competence in English.
- Have a strong sense of commitment.
- Have a pleasant personality and appearance.
- Have strong interpersonal skills with a stable emotion.
- Good team player with strong communication skills.
- Willing to work full time.
Interested candidate please send your application in english to the address below, no later than 9th December 2011.
PHSYCAL EXERCISE TEACHER
Eligible Criterias
- S1 all major, ready for teaching sport, and all major.
- Male/Female, preferably Male.
- Possess communicative competence in English.
- Have a strong sense of commitment.
- Have a pleasant personality and appearance.
- Have strong interpersonal skills with a stable emotion.
- Good team player with strong communication skills.
- Willing to work full time.
Interested candidate please send your application in english to the address below, no later than 9th December 2011.
HRD SD Palm Kids Purwokerto
Jl. Sarwoendah IV-Pancurawis Purwokerto 53121
Label:
Loker
Sabtu, 27 Agustus 2011
Belajar Bermakna
1. Apakah belajar bermakana itu?
Inti dari teori Ausubel tentang belajar adalah belajar bermakna ,belajar bermakna merupakan suatu proses mengaitkan informasi baru pada konsep-konsep yang relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang. Walaupun kita tidak tahu mekanisme biologi tentang memori atau disimpannya pengetahuan, kita mengetahui bahwa pengetahuan disimpan di daerah – daerah tertentu di otak. Banyak sel otak yang terlibat dalam penyimpanan pengetahuan tersebut. Dalam belajar terjadi perubahan terhadap sel – sel otak tersebut, terutama sel – sel yang menyimpan informasi yang mirip dengan informasi yang dipelajari.
Dasar-dasar bologi belajar bermakna menyangkut perubahan-perubahan dalam jumlah atau ciri-ciri neron yang berpartisipasi dalam belajar bermakna. Peritiwa psikologi tentang belajar bermakna menyangkut asimilasi informasi baru,pada pengetahuan yang telah ada dalam struktur kognitif seseorang. Jadi dalam belajar bermakna informasi baru diasimilasikan pada subsumer-subsumer relatif yang telah ada, hal ini disebut dengan struktur kognitif atau memori jangka pendek.
2. Bagaimana menerapkan teori Ausubel dalam mengajar?
Untuk dapat menerapkan teori ausubel dalam mengajar,kita perlu memperhatikan apa yang dikemukakan oleh ausubel, yaitu; ”Faktor yang paling penting yang mempengaruhi belajar ialah apa yang telah diketahui siswa. Yakinilah ini dan ajarlah ia dmikian.
Pernyataan ausubel itulah yang menjadi inti teori belajarnya. Jadi, agar terjadi belajar bermakana, konsep yang baru atau informasi baru harus dikaitkan dengan konsep – konsep yang telah ada dalam struktur kognitif siswa. Dalam menerpakan teori ini, ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan, yaitu;
- Pengaturan awal (advance organizer)
Pengaturan awal mengarahkan para siswa kemateri yang akan mereka pelajari, dan menolong mereka mengingat kembali informasi yang berhubungan yang dapat digunakan dalam membantu menanamkan pengetahuan baru. Suatu pengaturan awal dapat dianggap semacam pertolongan mental, dan disajikan sebelum materi baru.
- Diferensiasi Progresif
Selama belajar bermakna berlangsung, perlu terjadi pengembangan dan elaborasi konsep – konsep yang tersubsumsi. Menurut Ausubel, pengembangan konsep paling baik, bila unsur – unsur yang paling umum,dari suatu konsep diperkenalkan terlebih dahulu, kemudian diperkenalkan hal- hal yang lebih mendetail dan lebih khusus dari konsep tersebut. Dengan kata lain, model belajar menurut Ausubel pada umumnya berlangsung dari umum ke khusus. Penyusunan konsep seperti ini disebut diferensiasi progresif.
- Penyesuaian Integratif
Menurut Ausubel, bdalam mengajar bukan hanya urutan menurut diferensiasi progresif yang diperhatikan, melainkan juga harus diperhatikan bagaimana konsep – konsep baru dihubungkan dengan konsep – konsep superordinat. Kita harus memperhatikan dengan sungguh – sungguh bagaimana arti – arti baru dibandingkan dan dipertentangkan dengan arti –a rti sebelumnya yang lebih sempit.
Untuk mencapai penyesuaian integratif, materi pelajaran hendaknya disusun sedemikian rupa sehingga kita menggerakkan hierarki – hierarki konseptual selama informasi disajikan. Kita dapat mulai dengan konsep – konsep yang paling umum, tetapi perlu memperhatikan bagaimana terkaitnya konsep – konsep subordinat, dan kemudian bergerak kembali melalui contoh – contoh ke arti baru bagi konsep yang tingkatannya lebih tinggi.
3. Bagaimana menyusun peta konsep?
Peta konsep memegang peran penting dalam belajar bermakna. Karena itu hendaknya setiap siswa pandai dalam menyusun peta konsep untuk membuktikan bahwa telah berlangsung belajar bermakna pada siswa. Dalam mengajarkan pembuatan peta konsep ada beberapa langkah yang harus diikuti, yaitu;
a)Pilih suatu bacaan dari buku pelajaran.
b)Tentukan konsep konsep yang relevan.
4. Apa kegunaan Peta Konsep?
a) Menyelidiki apa yang telah diketahui siswa
Belajar bermakna membutuhkan usaha sungguh-sungguh untuk menghubungkan pengetahuan baru dengan konsep-konsep yang relevan yang telah mereka miliki. Tempat awal konseptual , guru harus mengetahui konsep-konsep yang telah dimiliki siswa pada awal pelajaran
b) Mempelajari cara belajar
Perlu disadari bahwa belaljar bermakna baru terjadi bila pembuatan peta konsep bukan untuk mengetahui keinginan guru tapi timbul dari keinginan siswa. Dimana siswa siswa mempunyai kesiapan dan minat untuk belajar bermakna.
c) Mengungkapkan konsepsi salah
Konsepsi salah timbul karena terdapat kaitan antara konsep-konsep yang mengakibatkan proposisi yang salah.
d) Alat evaluasi
Peta konsep sebagai alat evaluasi,pada tiga gagasan dalam teori kognitif Ausubel
- Struktur kognitif itu benar diatur secara herarki
- Konsep-konsep dalam struktur kognitif mengalami diverensiasi progresif.
- Penyesuaian integratif.
Inti dari teori Ausubel tentang belajar adalah belajar bermakna ,belajar bermakna merupakan suatu proses mengaitkan informasi baru pada konsep-konsep yang relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang. Walaupun kita tidak tahu mekanisme biologi tentang memori atau disimpannya pengetahuan, kita mengetahui bahwa pengetahuan disimpan di daerah – daerah tertentu di otak. Banyak sel otak yang terlibat dalam penyimpanan pengetahuan tersebut. Dalam belajar terjadi perubahan terhadap sel – sel otak tersebut, terutama sel – sel yang menyimpan informasi yang mirip dengan informasi yang dipelajari.
Dasar-dasar bologi belajar bermakna menyangkut perubahan-perubahan dalam jumlah atau ciri-ciri neron yang berpartisipasi dalam belajar bermakna. Peritiwa psikologi tentang belajar bermakna menyangkut asimilasi informasi baru,pada pengetahuan yang telah ada dalam struktur kognitif seseorang. Jadi dalam belajar bermakna informasi baru diasimilasikan pada subsumer-subsumer relatif yang telah ada, hal ini disebut dengan struktur kognitif atau memori jangka pendek.
2. Bagaimana menerapkan teori Ausubel dalam mengajar?
Untuk dapat menerapkan teori ausubel dalam mengajar,kita perlu memperhatikan apa yang dikemukakan oleh ausubel, yaitu; ”Faktor yang paling penting yang mempengaruhi belajar ialah apa yang telah diketahui siswa. Yakinilah ini dan ajarlah ia dmikian.
Pernyataan ausubel itulah yang menjadi inti teori belajarnya. Jadi, agar terjadi belajar bermakana, konsep yang baru atau informasi baru harus dikaitkan dengan konsep – konsep yang telah ada dalam struktur kognitif siswa. Dalam menerpakan teori ini, ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan, yaitu;
- Pengaturan awal (advance organizer)
Pengaturan awal mengarahkan para siswa kemateri yang akan mereka pelajari, dan menolong mereka mengingat kembali informasi yang berhubungan yang dapat digunakan dalam membantu menanamkan pengetahuan baru. Suatu pengaturan awal dapat dianggap semacam pertolongan mental, dan disajikan sebelum materi baru.
- Diferensiasi Progresif
Selama belajar bermakna berlangsung, perlu terjadi pengembangan dan elaborasi konsep – konsep yang tersubsumsi. Menurut Ausubel, pengembangan konsep paling baik, bila unsur – unsur yang paling umum,dari suatu konsep diperkenalkan terlebih dahulu, kemudian diperkenalkan hal- hal yang lebih mendetail dan lebih khusus dari konsep tersebut. Dengan kata lain, model belajar menurut Ausubel pada umumnya berlangsung dari umum ke khusus. Penyusunan konsep seperti ini disebut diferensiasi progresif.
- Penyesuaian Integratif
Menurut Ausubel, bdalam mengajar bukan hanya urutan menurut diferensiasi progresif yang diperhatikan, melainkan juga harus diperhatikan bagaimana konsep – konsep baru dihubungkan dengan konsep – konsep superordinat. Kita harus memperhatikan dengan sungguh – sungguh bagaimana arti – arti baru dibandingkan dan dipertentangkan dengan arti –a rti sebelumnya yang lebih sempit.
Untuk mencapai penyesuaian integratif, materi pelajaran hendaknya disusun sedemikian rupa sehingga kita menggerakkan hierarki – hierarki konseptual selama informasi disajikan. Kita dapat mulai dengan konsep – konsep yang paling umum, tetapi perlu memperhatikan bagaimana terkaitnya konsep – konsep subordinat, dan kemudian bergerak kembali melalui contoh – contoh ke arti baru bagi konsep yang tingkatannya lebih tinggi.
3. Bagaimana menyusun peta konsep?
Peta konsep memegang peran penting dalam belajar bermakna. Karena itu hendaknya setiap siswa pandai dalam menyusun peta konsep untuk membuktikan bahwa telah berlangsung belajar bermakna pada siswa. Dalam mengajarkan pembuatan peta konsep ada beberapa langkah yang harus diikuti, yaitu;
a)Pilih suatu bacaan dari buku pelajaran.
b)Tentukan konsep konsep yang relevan.
4. Apa kegunaan Peta Konsep?
a) Menyelidiki apa yang telah diketahui siswa
Belajar bermakna membutuhkan usaha sungguh-sungguh untuk menghubungkan pengetahuan baru dengan konsep-konsep yang relevan yang telah mereka miliki. Tempat awal konseptual , guru harus mengetahui konsep-konsep yang telah dimiliki siswa pada awal pelajaran
b) Mempelajari cara belajar
Perlu disadari bahwa belaljar bermakna baru terjadi bila pembuatan peta konsep bukan untuk mengetahui keinginan guru tapi timbul dari keinginan siswa. Dimana siswa siswa mempunyai kesiapan dan minat untuk belajar bermakna.
c) Mengungkapkan konsepsi salah
Konsepsi salah timbul karena terdapat kaitan antara konsep-konsep yang mengakibatkan proposisi yang salah.
d) Alat evaluasi
Peta konsep sebagai alat evaluasi,pada tiga gagasan dalam teori kognitif Ausubel
- Struktur kognitif itu benar diatur secara herarki
- Konsep-konsep dalam struktur kognitif mengalami diverensiasi progresif.
- Penyesuaian integratif.
Label:
Pendidikan
Senin, 22 Agustus 2011
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN KOMIK PADA MATERIMOLLUSCA UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEPSISWA KELAS X SMA N 8 SEMARANG
Bagi temen - temen yang sedang dalam proses penyusunan Skripsi, terutama dalam Bidang Pendidikan Biologi, nech saya punya sedikit bahan yang mungkin dapat digunakan sebagai referensi dalam penyusunan skrip anda.
Bahan yang saya share kepada anda ini,diambil dari sebuah "Skripsi" yang menggunakan metode RnD (Research and Development) dalam penelitiannya. Biar g bertele - tele,,,nech langsung saja saya share kepada anda skripsinya. Semoga dapat membantu dan bermanfaat bagi anda semua.
an Media Pembelajaran Komik Pada Materi Mollusca Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Kelas x Sma n 8 ...
atau Langsung saja kunjungi disini
Bahan yang saya share kepada anda ini,diambil dari sebuah "Skripsi" yang menggunakan metode RnD (Research and Development) dalam penelitiannya. Biar g bertele - tele,,,nech langsung saja saya share kepada anda skripsinya. Semoga dapat membantu dan bermanfaat bagi anda semua.
an Media Pembelajaran Komik Pada Materi Mollusca Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Kelas x Sma n 8 ...
atau Langsung saja kunjungi disini
Label:
Biologi
Minggu, 14 Agustus 2011
Pengembangan Media Pembelajaran Komik Pada Materi Mollusca Untuk meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Kelas X SMA Negeri 8 Semarang.
ABSTRAK
Rahmanto.B. 2011, dengan judul Pengembangan Media Pembelajaran Komik Pada Materi Mollusca Untuk meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Kelas X SMA Negeri 8 Semarang. Pembimbing I oleh Dra.Eny Hartadiyati W.H, M. Si, Med dan pembimbing II oleh Endah Rita S.D, S. Si, M. Si.
Tujuan penilitian ini adalah untuk menghasilkan Komik yang layak digunakan sebagai media pembelajaran biologi bagi siswa kelas X di SMA N 8 Semarang dan menganalisis pengaruh pengembangan media pembelajaran komik pada materi Mollusca terhadap pemahaman konsep siswa kelas X di SMA N 8 Semarang.
Pada penelitian ini , peneliti menggunakan metode penelitian R & D (Read and Developmen) dengan langkah sebagai berikut; studi pendahuluan (studi pustaka, survei lapangan, menyusun draf komik), tahap pengembangan (penilaian pakar, revisi I, penilaian setelah revisi), pengujian dilakukan pada kelas x (uji coba komik, revisi II, uji pemakaian), hasil akhir (revisi III, produksi masal).
Hasil penelitian dari pakar menunjukan skor 91,67% dengan keterangan sangat layak untuk diterjunkan di SMA N 8 Semarang dan skor 100 % dari angket ketertarikan siswa. Diketahui di kelas XB t hitung – 23,594, menunjukan bahwa pemahaman konsep siswa meningkat setelah menggunakan media pembelajaran berbentuk komik. Sedangkan pembacaan singkat berdasarkan harga signifikasi (p), dimana nilai p = 0,00, dan nilai tersebut (p < 0,05), maka hipotesis diterima, artinya terdapat peningkatan pemahaman konsep siswa setelah menggunakan media pembelajaran berbentuk komik.
Jadi dapat disimpulkan bahwa komik pembelajaran yang dikembangkan peneliti telah sesuai dengan SK dan KD pada silabus yang digunakan di SMA N 8 Semarang dan dapat meningkatkan pemahaman konsep pada materi Mollusca.
Kata Kunci : Komik Pembelajaran, Mollusca, Pemahaman konsep
Rahmanto.B. 2011, dengan judul Pengembangan Media Pembelajaran Komik Pada Materi Mollusca Untuk meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Kelas X SMA Negeri 8 Semarang. Pembimbing I oleh Dra.Eny Hartadiyati W.H, M. Si, Med dan pembimbing II oleh Endah Rita S.D, S. Si, M. Si.
Tujuan penilitian ini adalah untuk menghasilkan Komik yang layak digunakan sebagai media pembelajaran biologi bagi siswa kelas X di SMA N 8 Semarang dan menganalisis pengaruh pengembangan media pembelajaran komik pada materi Mollusca terhadap pemahaman konsep siswa kelas X di SMA N 8 Semarang.
Pada penelitian ini , peneliti menggunakan metode penelitian R & D (Read and Developmen) dengan langkah sebagai berikut; studi pendahuluan (studi pustaka, survei lapangan, menyusun draf komik), tahap pengembangan (penilaian pakar, revisi I, penilaian setelah revisi), pengujian dilakukan pada kelas x (uji coba komik, revisi II, uji pemakaian), hasil akhir (revisi III, produksi masal).
Hasil penelitian dari pakar menunjukan skor 91,67% dengan keterangan sangat layak untuk diterjunkan di SMA N 8 Semarang dan skor 100 % dari angket ketertarikan siswa. Diketahui di kelas XB t hitung – 23,594, menunjukan bahwa pemahaman konsep siswa meningkat setelah menggunakan media pembelajaran berbentuk komik. Sedangkan pembacaan singkat berdasarkan harga signifikasi (p), dimana nilai p = 0,00, dan nilai tersebut (p < 0,05), maka hipotesis diterima, artinya terdapat peningkatan pemahaman konsep siswa setelah menggunakan media pembelajaran berbentuk komik.
Jadi dapat disimpulkan bahwa komik pembelajaran yang dikembangkan peneliti telah sesuai dengan SK dan KD pada silabus yang digunakan di SMA N 8 Semarang dan dapat meningkatkan pemahaman konsep pada materi Mollusca.
Kata Kunci : Komik Pembelajaran, Mollusca, Pemahaman konsep
Label:
Biologi
Minggu, 10 Juli 2011
Menampilkan File yang keHiden Virus
Dulu saya sangat bingung n stres berat ketika semua folder data dalam flasdisk saya nggak bisa dibuka, dan jadi shortcut semua. Padahal data - data itu adalah data penting, bahkan bisa disebut sebagai nyawa dalam pekerjaan. Heee,,,,Lebai banget y?!
Tapi bila anda mengalami hal yang sama dengan yang saya alami! Jangan keburu memformat Flasdisk anda. Karena itu dapat menghapus semua data anda. Walaupun anda mengopy seluruh data dahulu sebelum memformat, itu tidak dapat ngamanin data anda. Karena yang anda copy adalah hanya shortcutnya saja, data aslinya g keCopy. Tapi tenang, saya punya saran yang mungkin dpat membantu temen - temen sekalian dalam mengatasi hilangnya data karena keHiden Virus dengan menggunakan command prompt. Biar nggak terlalu nglantur kemana - mana, langsung saja yach...:
1. Tentukan Lokasi Flasdisk anda. Contoh, pada komputer saya flasdisk terletak pada drive "F"
2. Buka jendela command prompt dengan menekan lambang windows (pada keyboard)+ R lalu ketik cmd (huruf kecil) and enter / (atau) klik start lalu accecories dan command prompt.
3. Ketik Lokasi flasdisk anda lalu titik dua. Contoh ( F:) lalu Enter
4. Ketik attrib -r -h -s -a *.* /d /s lalu Enter
5. Tunggu Sampai nama virus yang menginfeksi keluar, dan Selesai dech.
Setelah semua langkah anda lakukan, cek flasdisk anda, pasti semua data anda muncul kembali. Dan anda dapat bekerja kembali dengan tenang.
"Perlu diingat, cara diatas hanya dapat menampilkan data yang hilang namun tidak dapat menghilangkan virus yang ada dalam flasdisk" Pastikan Backup ulang data anda pada lokasi yang aman.
.....Selamat Mencoba......
Tapi bila anda mengalami hal yang sama dengan yang saya alami! Jangan keburu memformat Flasdisk anda. Karena itu dapat menghapus semua data anda. Walaupun anda mengopy seluruh data dahulu sebelum memformat, itu tidak dapat ngamanin data anda. Karena yang anda copy adalah hanya shortcutnya saja, data aslinya g keCopy. Tapi tenang, saya punya saran yang mungkin dpat membantu temen - temen sekalian dalam mengatasi hilangnya data karena keHiden Virus dengan menggunakan command prompt. Biar nggak terlalu nglantur kemana - mana, langsung saja yach...:
1. Tentukan Lokasi Flasdisk anda. Contoh, pada komputer saya flasdisk terletak pada drive "F"
2. Buka jendela command prompt dengan menekan lambang windows (pada keyboard)+ R lalu ketik cmd (huruf kecil) and enter / (atau) klik start lalu accecories dan command prompt.
3. Ketik Lokasi flasdisk anda lalu titik dua. Contoh ( F:) lalu Enter
4. Ketik attrib -r -h -s -a *.* /d /s lalu Enter
5. Tunggu Sampai nama virus yang menginfeksi keluar, dan Selesai dech.
Setelah semua langkah anda lakukan, cek flasdisk anda, pasti semua data anda muncul kembali. Dan anda dapat bekerja kembali dengan tenang.
"Perlu diingat, cara diatas hanya dapat menampilkan data yang hilang namun tidak dapat menghilangkan virus yang ada dalam flasdisk" Pastikan Backup ulang data anda pada lokasi yang aman.
.....Selamat Mencoba......
Label:
Berkomputer
Langganan:
Komentar (Atom)
